COMMUTERLINE LOVE STORY : EPISODE 35

CL LOVE STORY
Daxa.net

Lanjutan Cerbung Commuterline Love Story : Episode 35

Riuh tepuk tangan dari orang-orang sekitar yang ada di stasiun Manggarai yang sedang menyaksikan shooting acara “Lamaran” itu terdengar gemuruh dan jelas di telinga Dhandy. Sebenarnya perasaan malu itu ada dan menghuni hati Dhandy Ardiansyah, namun dia berusaha untuk menutupi dan tidak memikirkannya agar lebih fokus ke acara lamaran ini. Ya, penumpang commuterline yang baru tiba di peron empat dan tiga stasiun Manggarai langsung penasaran dan ingin melihat ada apa dan sedang shooting apa. Soalnya ramai sekali.

Sejurus kemudian Dhandy membawa Annisa ke depan pas singgasana kecil yang telah dibuat. Mereka berdua ada di tengah-tengah. Sementara itu Pak Wawan Kurniawan, Pak Abdur Rahman, Jarwo dan Hendro Lesmana yang sudah dibriefing sebelumnya langsung menempati posisi masing-masing. Keempat orang itu langsung berbaris rapi ke samping, tepat beberapa meter ada di depan singgasana itu dengan masing-masing memegang sebuah kertas karton kotak seperti dadu warna pink original. Yang sepertinya di balik kertas karton itu tersimpan sebuah tulisan.

“Annisa Azzahrah… Di depan singgasana kecil kita ini aku punya empat potongan kertas karton yang di dalamnya ada inisial huruf yang satu persatu harus kamu ambil. Mulai sekarang kamu boleh mengambil yang paling atas, kedua, ketiga hingga yang keempat. Kamu paham kan?”
“Mas… ngapain lagi sih kamu Mas, aku…”
“Please, silakan ambil potongan karton yang pertama ini. Ambillah.”

Annisa pun menurut saja, dia segera mengambil potongan kertas karton yang pertama kemudian membuka dalamnya. Dan di sana tertulis inisial huruf “W”. Annisa menatap sesaat huruf “W” itu. Hingga beberapa detik kemudian Pak Wawan yang berdiri paling kiri langsung membalikkan kertas karton warna pink yang dia pegang dan tertera tulisan “WILL”. Kemudian Annisa pun mengambil kertas karton yang kedua dari tangan Dhandy. Dan setelah dibuka, Annisa membaca inisial huruf “Y”. Dan seketika itu juga Pak Abdur Rahman yang berdiri di samping Pak Wawan, langsung membalikkan kertas kartonnya dan terlihatlah tulisan “YOU”.

Annisa langsung bisa menebak apa inisial huruf berikutnya dan dua kata berikutnya juga yang masih dipegang oleh Jarwo dan Hendro. Karena tidak sabar, Annisa lebih cepat mengambil kertas karton yang ketiga dari tangan Dhandy. Dan benar saja, inisial huruf berikutnya adalah huruf “M”. Dan sudah pasti, Jarwo langsung membalikkan kertas karton warna pink yang dibukanya. Hingga di kertas terakhir, Annisa langsung mengambilnya cepat dari tangan Dhandy. Dan inisial hurufnya tidak salah lagi “M”. Yang artinya, Hendro langsung membalikkan kertas karton yang dipegangnya. Dan tertulislah kata “ME”.

Maka kini, kalimat “WILL YOU MARRY ME” Terbaca jelas oleh Annisa. Dari Pak Wawan hingga Hendro. Dan seketika, Annisa langsung menutup mulutnya dengan jemari tangannya seperti tadi. Karena saking bahagia dan terharunya, Annisa sampai menitikkan air matanya.
“Will you Marry Me?” Terdengar kalimat itu dari mulut Dhandy dengan yakin dan suara yang lantang.

Riuh suara penonton terdengar bergemuruh memenuhi area stasiun Manggarai. Mereka bertepuk tangan dan memberikan semangat untuk Dhandy. Semoga Dhandy bisa diterima lamarannya oleh Annisa. Pak Arrahman putra, Papinya Annisa ikut terharu, Pak Ismail Kepala stasiun Manggarai juga ikut senyum-senyum, begitupun para petugas terkait stasiun Manggarai lainnya, nampak terlihat bahagia.

Dan kejutan belum berhenti sampai di situ. Sejurus kemudian Dhandy membungkuk di hadapan Annisa. Persis seperti orang yang sedang bersimpuh seraya mengeluarkan sebuah kotak cincin berwarna merah dan langsung disodorkan ke depan wajah Annisa yang sedang menangis terharu. Seraya berucap.

“Annisa Azzahrah, maukah kau menikah denganku?”

Entah apa yang harus dikatakan oleh Annisa, air mata kebahagiaannya terus mengalir tiada henti. Tidak menyangka kalau dia akan mendapatkan kejutan seperti itu. Beberapa orang yang menonton semakin riuh dan ramai. Mereka pun larut dalam kebahagiaan. Kamera tak lupa fokus membidik ke adegan yang inti itu.

“Annisa Azzahrah… Will you marry me sweetheart?” Dhandy kembali menegaskan karena tidak ada jawaban sama sekali dari Annisa. “Please… i need your answer.”
“Sorry Mas Dhandy… aku nggak bisa.”

Dhandy sangat kaget mendengar jawaban yang tiba-tiba saja dari Annisa. Jawaban seperti itu yang tidak diinginkan oleh Dhandy sedari awal rencana ini dibuat.
“Apa? Maaf aku nggak denger.” Untuk menghilangkan rasa kagetnya, Dhandy bertanya sekali lagi.
“Aku nggak bisa Mas… aku nggak bisa.”

BERSAMBUNG ke episode berikutnya…

Hak Cipta Milik : Fakhrul Roel Aroel Hidayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *