Dua Set KRL Gelombang Pertama Pesanan KCJ di Tender 2017, Tiba di Jakarta

Tokyo Metro 6119F di Dipo Depok (Foto : Re Digest)

Tokyo Metro 6119F di Dipo Depok (Foto : Re Digest)

 

Depok, KMP News –  Setelah menempuh jarak sekitar 5000 kilometer dari Pelabuhan Port of Tokyo, Jepang menuju ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta serta sembarinya menikmati hembusan ombak yang kuat di perjalanannya, akhirnya tepat pada hari Senin, 8 Mei 2017 di malam hari. Akhirnya 2 rangkaian KRL pertama overseas transport yang dibeli oleh PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) untuk tahun fiskal 2017 tiba di Jakarta. Dan kedua rangkaian KRL tersebut yaitu KRL Tokyo Metro seri 6000 dengan nomor rangkaian 6119F dan dan Tokyo Metro seri 6000 dengan nomor rangkaian 6132F yang sudah dibeli dari Tokyo Metro, yang sebelumnya beroperasi di jalur Chiyoda, Jepang.

 

Sebelumnya, Rangkaian 6119F yang menjadi rangkaian pertama di tahun 2017 ini telah terlebih dahulu diangkut ke Port of Tokyo pada awal Februari yang lalu, dan mengendap sekitar 2 bulan sambil menunggu proses final check dan last run 6132F yang dilaksanakan pada bulan Maret 2017 dan kemudian diangkut ke Port of Tokyo pada awal April yang lalu. Dan sesuai dengan urutan pengiriman di Jepang, 6119F menjadi rangkaian pertama yang diturunkan dari kapal ke Stasiun Pasoso yang berada di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok pada Senin malam dan disusul 6132F yang diturunkan pada Selasa pagi.

 

Tokyo Metro 6000 seri 6132F di Pasoso (Foto : Berbagai Sumber)

 

Kedua rangkaian KRL ini kemudian dikirim ke dipo Depok sebagai KLB per petak dengan ditarik lokomotif dan dikawal oleh KRD Penolong milik dipo Bukit Duri dengan rute Pasoso-Jatinegara-Manggarai-Depok. KLB pertama berangkat dari Pasoso pada Selasa dini hari dan tiba di Depok pukul menjelang pagi hari. Sedangkan untuk KLB kedua hingga saat ini belum diberangkatkan dari Pasoso karena masih menunggu proses unloading dari kapal.

 

Setibanya di dipo Depok, kedua rangkaian KRL ini akan menjalani proses adaptasi lingkungan, yang meliputi perubahan pola pewarnaan dari hijau menjadi merah-putih-kuning, kemudian pemasangan cowcatcher, pemasangan berbagai signage untuk informasi penumpang, serta melengkapi hal-hal lain yang diantaranya seperti radio dan GPS untuk pengumuman otomatis dan pantauan jarak jauh. Selanjutnya, rangkaian ini akan melalui dua kali ujicoba di lintas, yaitu ujicoba internal dan ujicoba sertifikasi oleh Kementerian Perhubungan sebelum berstatus siap operasi dan melayani penumpang di Jabodetabek. Adapun seluruh proses ini biasanya memakan waktu sekitaran sampai satu bulan.

 

Seperti halnya, untuk 6 rangkaian sejenis yang didatangkan pada tahun lalu, rangkaian ini akan dioperasikan dengan formasi 10 kereta, yang sejalan dengan program PT. KAI Commuter Jabodetabek untuk mengurangi jumlah rangkaian formasi 8 kereta yang dianggap sudah tidak cocok lagi dengan keadaan sekarang, yang dimana pertumbuhan penumpang yang sangat pesat. Dan terlebih lagi, beberapa rangkaian formasi 8 kereta yang ada pada saat ini sudah berumur tua dan komponennya sudah menginjak berusia sekitaran 40-50 tahun, seperti misalnya KRL seri 1000 dan 5000, yang bisa saja akan ditarik terlebih dahulu dari peredaran setelah kedatangan rangkaian-rangkaian ini.

 

Tokyo Metro 5000 seri 5009F di Bojong Gede, yang Kemungkinan akan Pensiun di Tahun ini (Foto : Tim Redaktur KMP News)

 

Untuk saat ini, PT KAI Commuter Jabodetabek telah memiliki 33 rangkaian dengan formasi 10 kereta yang terdiri dari, 26 rangkaian KRL seri 205, 6 rangkaian KRL seri 6000, dan 1 rangkaian KRL seri 203, dan rangkaian tersebut disebar di Greenline sebanyak 16 rangkaian, Blueline sebanyak 7 rangkaian, serta Redline dan Yellowline sebanyak 7 rangkaian, sedangkan 2 rangkaian lainnya untuk perawatan tahunan atau cadangan.

 

Kedatangan kedua rangkaian ini akan menambah jumlah rangkaian formasi 10 kereta menjadi 35 rangkaian, dan kemungkinan akan digunakan untuk menambah jumlah perjalanan rangkaian formasi 10 kereta di jalur Redline dan Yellowline dari 7 rangkaian menjadi 9 rangkaian, yang dikarenakan jalur merah dan kuning pada saat ini lebih didominasi oleh rangkaian formasi 8 kereta dengan total 24 rangkaian dari keseluruhan 45 pemerjalanan meskipun memiliki jumlah penumpang paling banyak dan headway yang lebih rapat dibandingkan jalur lain, dan akibat dari penambahan jumlah rangkaian dan adanya kebijakan “100% rangkaian 10 kereta” pada jalur hijau sejak pemberlakuan GAPEKA baru pada tanggal 1 April 2017 yang lalu, walaupun masih memiliki dinasan untuk rangkaian formasi 10 kereta maupun 12 kereta.

3 thoughts on “Dua Set KRL Gelombang Pertama Pesanan KCJ di Tender 2017, Tiba di Jakarta”

  1. Ciamixxx nihhh… tapiii… kl seri TM ga bakal masuk Greenline nehhh… 🙁
    Lalu… kapan JR 233 bisa melenggang di CatRail Greenline yaa… ???

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *