Gapeka 1 April 2017

Kemunculan Gapeka baru selalu ditunggu-tunggu oleh roker pengguna Commuter Line, semua semua berharap agar mendapatkan jadwal sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing.
Ketika pada 1 April 2017 mulai diterbitkan Gapeka baru, ada beragam tanggapan dan komentar. Ada pihak yang diuntungkan dan ada yang dirugikan.

Dari lintas Yellow Line khususnya tujuan Bogor/Depok – Jatingara/Kampung Bandan/Angke/Duri mereka mengeluhkan karena jadwal yang diberikan lebih sedikit dari jadwal yang diberikan kepada Red Line.
Namun menurut pengamatan redaksi, pemberian jatah jadwal untuk Yellow Line relatif LEBIH BANYAK dibandingkan jalur lain.

Lintas Blue Line mengeluhkan juga karena berkurangnya jadwal Bekasi – Jakarta Kota yang sekarang harus dibagi dengan tujuan Bekasi – Pasar Senen.

Dengan mulai beroperasinya KA Bandara yang sudah direncanakan mulai beroperasi tahun ini, pada Gapeka 2017, Brown Line mengalami pengurangan jadwal yang cukup signifikan, dari yang semula 93 jadwal berkurang menjadi 78 jadwal.
Setelah melakukan negosiasi akhirnya pihak KCJ mengembalikan jadwal lintas Tangerang dengan catatan, apabila KA Bandara sudah benar-benar beroperasi maka jadwal akan dikembalikan ke Gapeka 1 April 2017.

Sementara itu Purple Line jurusan Jakarta Kota – Tanjung Priok mendapatkan 20 jadwal perjalanan.
Sedangkan untuk feeder yang biasanya melayani pengguna CL yang transit dari Duri – Tanah Abang – Manggarai DITIADAKAN.
Penghapusan feeder Duri – Manggarai ini menurut pengamatan redaksi sangatlah merugikan bagi roker Brown dan Green Line, karena mereka bergantung pada kelancaran perka lintas Yellow Line.
Tak heran jika pada pagi hari di Tanah Abang dan sore hari di Sudirman tampak terjadi penumpukan penumpang,

Pada peluncuran Gapeka 2017 ini sangat menarik karena berbarengan beroperasinya Commuter Line jurusan Tanah Abang – Rangkasbitung yang sudah ditunggu-tunggu oleh pengguna CL Greenline. Perjalanan CL yang biasanya terganggu oleh perjalanan Kereta Lokal Ekonomi dan Kereta Rangkas Jaya akan lancar bebas “menunggu disusul”.

Gapeka 1 April 2017

Gapeka 1 April 2017

Gapeka Revisi pertama

Gapeka Revisi pertama

Gapeka Revisi 19 April 2017

Gapeka Revisi 19 April 2017

Namun bebas lepasnya roker Greenline tercoreng oleh adanya keganjilan pada KA 1029 yang pada peluncuran Gapeka jelas-jelas tertera bahwa start awal Parung Panjang, namun kenyataannya start awal dari Sudirmara.
Aplikasi KRL Access sempat juga menampilkan untuk jadwal perjalanan KA 1929 yang ternyata adalah jadwal bohong, membuat banyak roker khususnya Parung Panjang – Rawabuntu SANGAT KECEWA.
Para roker hanya bisa memandang saat KA 1929 menjadi KLB melintas langsung di petak Parung Panjang – Rawabuntu.

Kekecewaaan para roker yang merasa dibohongi oleh Gapeka 2017 sempat menjadi topik yang seru dibahas di Face Book KRL Mania Perjuangan.
Mereka mencurahkan kekesalan dengan postingan ringan, hujatan hingga humor-humor ringan tentang KA 1929. Member FB KMP sempat pula memberikan julukan “Kereta Siluman” bagi KA 1929 yang hanya melintas di petak Parung Panjang – Rawabuntu
yang bertuliskan “BUKAN UNTUK PENUMPANG” pada display papan tujuan yang berada di atas kabin masinis.

Selain itu Pengguna CL lintas Barat khususnya untuk roker Maja, Tigaraksa dan Rangkasbitung merasa bahwa pembagian jadwal tidak adil dikarenakan jeda waktu antara jadwal satu dengan yang lain terlalu lama dan dihapusnya jadwal malam
untuk pemberangkatan dari Tanah Abang menuju Maja yang semula berakhir pukul 22.00 menjadi pukul 21.00 an.
Alhasil pihak KCJ memberikan beberapa tambahan feeder dan menambahkan jadwal malam yang berangkat dari Tanah Abang untuk lintas Barat tersebut.

Sedangkan untuk roker Rangkasbitung yang minta tambahan jadwal belum bisa terrealisasikan karena alasan double track Maja – Rangkasbitung yang belum selesai dikerjakan.

Tim KMP pun berusaha mencari tahu tentang masalah KA 1929, namun hingga saat ini belum mendapatkan jawaban yang memuaskan dan tetap menjadi misteri bagi para roker Greenline.
Mari bersama-sama kita berharap dan berusaha agar KA 1929 benar-benar start awal dari Parung Panjang untuk mengurangi kepadatan KA 1931 yang berjeda +/- 20 menit dari KA 1027, dan tetap terus memantau perkembangan penyelesaian pembanguan DOUBLE TRACK Maja – Rangkasbitung sesuai dengan harapan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *