Brownline : Nasib Bumil Pasca Peresmian KA Bandara SHIA

Brownline : Pasca Peresmian KA Bandara SHIA
Daxa.net

Peresmian KA Bandara SHIA yang diharapkan mampu mengantarkan para penumpang pesawat dari Jakarta menuju Bandara Soekarno – Hatta sudah dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.
Pada tanggal 02 Desember 2018 di Stasiun Soekarno Hatta, Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta – Cengkareng.
Rangkaian kereta khusus buatan PT. INKA Madiun yang berkolaborasi dengan Bombardier German itu direncanakan akan menggantikan penggunaan mobil pribadi menuju Bandara. Hal ini pasti akan mengurangi kemacetan parah yang sering terjadi di jalan menuju Airport tersebut.

Lalu apakah peresmian KA Bandara SHIA tersebut disambut baik oleh semua kalangan ? Ketika berbicara ini, marilah kita simak situasi perka (Perjalanan Kereta) khususnya KRL Commuter Line. Banyak hal yang terjadi di dunia per-KRL-an dengan beroperasinya KA Bandara ini.

  • Perjalanan KRL lintas Brownline berkurang 16 jadwal
  • Jeda waktu KRL Loopline sebagai feeder Manggari – Angke
  • Jeda waktu KRL lintas Yellow Line

Akibat dari hal diatas adalah hancurnya perka Brownline, Yellowline dan Loopline pastilah mengakibatkan terjadinya penumpukan penumpang. Yang pasti akan terjadi di stasiun-stasiun transit seperti Tanah Abang, Manggarai dan juga stasiun sibuk Duri, Karet, Sudirman.

Dampak Peresmian KA Bandara Bagi Roker KRL

Kalau beberapa hari lalu sempat rekan roker Greenline harus ditumpuk 4 kloter di Tanah Abang demi memberi jalan kepada KA Bandara SHIA. Bisa dibayangkan di pagi hari, saat orang butuh buru-buru ke tempat kerja, harus menunggu lumayan lama untuk mendapatkan feeder.
4 kloter dari Greenline bukanlah jumlah yang sedikit.
1 rangkaian sweeper 10 SF pun tak akang mampu sekali angkut. Perjuangan mereka tentung sangat berat, sudah dalam perjalanan padat, ditambah menunggu lama di Tanah Abang, begitu datang rangkaian sudah penuh dengan roker Brownline yang sudah terlebih dahulu mengisinya.

Peristiwa lain yang dialami para roker Brownline, dengan berkurangnya jumlah jadwal, otomatis menambah juga kepadatan setiap rangkaian. Terutama pada saat rush hour, seperti yang tim KMP@Cakruk alami sendiri.

10 Januari 2018, karena berkurangnya jadwal membuat penumpukan penumpang di stasiun Tangerang. Hingga 5 lapis barisan penumpang yang menunggu datangnya KRL Commuter Line.
Begitu KRL datang, langsung diserbu dan penuh.
Dalam keadaan hamil 3 bulan, saya harus menunggu sampai 2 jadwal kereta berikutnya. Badan yang lumayan subur dengan usai kehamilan yang baru 3 bulan, kadang membuat orang tidak percaya pada ibu hamil.
Akhirnya saya bisa masuk dan dapat tempat duduk namun tetap dalam keadaan yang sangat penuh.

Memang, KA Bandara SHIA yang diharapkan mampu mengurangi kemcetan di jalan raya di satu sisi baik. Namun disisi lain membuat masalah baru bagi para pengguna KRL. Karena terlihat PT. KAI dan KCI belum siap menghadapi masalah yang ada. Sarana, prasarana dan fasilitas belum dipersiapkan dengan baik.
Para roker KRL tak mampu berbuat banyak, secara dari harga tiket pasti jauh berbeda dan jauh pula pelayanan yang didapatkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *