Stabling KRL Di Rangkasbitung Mulai Dikerjakan

Daxa.net

Peningkatan jumlah penumpang di Rangkasbitung termasuk sangat signifikan. Hal ini perlu dibarengi oleh penambahan jumlah rangkaian untuk Greenline.
Namun permasalahan yang ada selain kurangnya jumlah rangkaian KRL yang dimiliki PT. KCI selaku operator, juga belum tersedianya fasilitas stabling untuk KRL.

Melihat kebutuhan yang sudah sangat mendesak tersebut, PT. KCI dan KAI sebagai penyedia sarana perkeretapian di Indonesia mulai membuat stabling di Rangkasbitung.

Siang ini Sabtu, 01 September 2018 tampak alat berat – eskavator berada di area persinyalan Timur stasiun Rangkasbitung. Area penggusuran dan pembongkaran yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu.

Dimulainya pengerjaan stabling Rangkasbitung ini menjadi perbincangan seru di beberapa groups WhatsApp.
Edwardo seorang RailFans yang tinggal di Rangkasbitung mengemukakan “Saat ini sedang berlangsung pengerjaan pasang gorong-gorong sama ngeratain tanah buat stablingan.
Perpanjangan peron sama nambah track. Ntar sinyal-sinyal juga digeser ke Tempat.
Dengan dibangunnya stabling ini akan menampung 4 rangkaian SF12 yang bisa menginap di Rangkasbitung.
Stablingan ini untuk KRL CL sama KA Lokal”.

“RK nanti dibuat model kayak BOO jalurnya. Ada stabblingan sama jalur plus peronnya”, Hendro Lesmana Pimpinan Redaksi KMP-News menimpali pembesaran tentang Stablingan stasiun Rangkasbitung tersebut.

Fachri Abdurachman, CEO KMP@Cakruk menambahkan “Jalur rel Rangkas akan ada yang di geser untuk dibuatkan peron.
Nanti jalurnya akan ada yang hilang dan digeser guna pembuatan peron lebar kayak Juga.
Ada kemungkinan Jalur 3 akan menggantikan jalur 2 dan jalur 2 akan di buatkan peron serta jalur 4 akan jadi jalur 3.
Jalur Stabling akan dibuatkan peron, jalur 4 dan 5 dan seterusnya di lahan yang sedang di ratakan sampai 8 jalur”.

Kembali Edowardo menambahkan “Rencana RK puna 10 jalur.
1 jalur bisa menampung 12 SF.
Kemungkinan Jalur 1 dan 2 akan lebih panjang, mengingat ada penambahan SF untuk KA barang agar muat 30GD.
Serta jalur greenline akan menggunakan system blok terbuka”.

Mari kita dukung dengan doa, semoga pembuatan stabling Rangkasbitung berjalan lancar dan cepat selesai. Sehingga roker Greenline terutama lintas Maja – Rangkasbitung segera mendapatkan penambahan jadwal perjananan KRL.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *