TESTIMONI : Plus Minus MRT Jakarta

Daxa.net

Mencoba naik MRT: Tidak Praktis
Dulu saya memang suka naik KRL, kali ini ingin mencoba naik KRL juga, yang dioperasikan PT MRT Jakarta. Tidak praktis.

Pertama, parkir sebenarnya tidak jauh, sekitar 300 m dari pintu naik KRL MRT ini. Tapi dibandingkan di berbagai stasiun Commuter Line yang biasanya maksimal hanya 100 m dari pintu stasiun, maka orang Jabodetabek bisa menganggap terlalu jauh. Lumayan berkeringat.

Kedua, tangga naik dari arah park and ride bukan elevator. Yang elevator dari arah Pondok Indah, jauh dari park and ride. Lumayan, naik 10 m setelah jalan 300 m.

Ketiga, untuk beli tiket, saya sudah siapkan BCA Flazz. Ternyata selama tiket belum berbayar, harus beli Rp 0 dari Bukalapak. Di dalam aplikasi, sungguh membingungkan rute untuk mencapai buy ticket. Kalau tidak ada bantuan petugas, orang tidak akan menemukan tombol buy ticket MRT.

Keempat, sudah dapat barcode, ternyata petugas tidak melihat atau scan barcode tsb. Asal kelihatan sudah dibantu petugas dalam membeli, dipersiapkan masuk.

Kesan lain, rel yang mulus, tidak seperti KRL yang sambungan antar rel masih terasa. Perjalanan mulus dan nyaman. Kemudian, jarak antar stasiun terlalu dekat. Stasiun CL biasanya biasanya 3 – 4 km di daerah banyak penduduk (antara Palmerah – Serpong), dan lebih jauh untuk daerah lebih sedikit. Penumpang, lumayan, tiap kereta ada sekitar 30 orang duduk, dan 1 – 2 berdiri.

Kesimpulan : KRL CL punya pola dipakai oleh penduduk jarak menengah dan jauh, yaitu penduduk bodetabek, penumpang mulai banyak di stasiun yang jarak perjalanan tidak nyaman kalau naik kendaraan sendiri, sekitar 15 km dari stasiun tujuan, di sekitar Manggarai sampai Sudirman.

Saya khawatir KRL MRT ini tidak akan seramai CL, karena dibangun di Jakarta saja. Fase 2 sebenarnya lebih baik diperpanjang ke arah Ciputat – Parung, dan bercabang ke Cinere sampai Depok. Itu adalah daerah penduduk hinterland yang mayoritas kerja di Jakarta. Kalau ada KRL MRT, commuter di situ saya yakin akan memilih menghindari jalur neraka.

Dari rumah saya sendiri sekitar 6 km ke stasiun Lebakbulus. Dari rumah ke stasiun CL terdekat, 3 km. Yang akan naik biasanya penduduk sekitar 3 – 4 km saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *