Tokyo Metro 5817F Resmi Menjadi 10 Kereta, Dipo Depok Akhirnya Kembali Hasilkan Mahakaryanya

Daxa.net

Tokyo Metro 5000 Seri 5817F Ketika Melintas di Stasiun Cawang (Sumber : Re Digest)

 

Depok, KMP News – Dipo Depok akhirnya kembali menunjukkan hasil mahakaryanya kepada kita semua. Setelah sukses memanjangkan dua rangkaian JR 203 dan satu rangkaian Toyo Rapid 1000 yang sebelumnya berformasi 8 kereta pada masa awal kedinasan, dan akhirnya kembali lagi menjadi rangkaian berformasi 10 kereta yang meskipun bukan dengan susunan aslinya, kini ada satu lagi hasil mahakarya terbaru hasil dari tangan Dipo Depok yaitu rangkaian Tokyo Metro 5000 Seri 5817F yang secara resmi akhirnya memanjang menjadi 10 kereta.

Adapun rinciannya, rangkaian tersebut diperpanjang menjadi 10 kereta dengan cara mengambil dua kereta dari rangkaian milik Eidan (Pendahulu Tokyo Metro) 5820F, yang telah di refurbishment di Dipo Shin-Kiba, Jepang pada tahun 1995, yang secara otomatis juga rangkaian tersebut diubah nomor serinya menjadi Toyo Rapid 1000 Seri 1090F serta akhirnya pula rangkaian tersebut didatangkan ke Indonesia pada tahun 2006 silam. Dan rangkaian tersebut diujicobakan pada hari Sabtu (15/7) pada waktu siang hari dengan rute Depok – Manggarai – Depok.

 

Perbedaan dari Rangkaian Tokyo Metro 5817F dan Toyo Rapid 1090F Ketika Digabung Menjadi Satu (Sumber : Bpk. Budi Surono)

 

Adapun dua kereta yang diselipkan pada rangkaian 5817F merupakan kereta nomor 1092 dan 1093, yang ketika itu masih dimiliki oleh Eidan dengan menggunakan penomoran 5258 dan 5639. Dan kedua kereta tersebut aslinya memiliki bentuk yang sama persis dengan kereta di seri 5000 yang lainnya, yaitu memiliki ukuran kaca pintu yang kecil. Namun, setelah rangkaian tersebut menjalani refurbishment di Dipo Shin-Kiba dan ketika itu rangkaiannya akan dipindahkan ke Toyo Rapid dari Eidan pada tahun 1995, akhirnya ada sedikit perubahan pada kedua kereta ini, yaitu ukuran kaca pintunya menjadi lebih besar seperti pada KRL Bawah tanah modern yang lainnya yang beroperasi di Tokyo. Dan hal ini juga akhirnya menciptakan keunikan pada perbedaan ukuran kaca pintu, seperti halnya dibeberapa rangkaian KRL seri 205 milik JR East maupun KCJ.

Selain dari kaca pintu, interior dari kereta tersebut juga memiliki perbedaan yang sangat mencolok. Bawasanya interior yang masih asli bawaan Eidan memiliki warna yang lebih gelap dibandingkan dengan interior hasil refurbishment, dan selain itu juga pada interior hasil refurbishment juga terdapat kelir hijau pada bagian ujung kereta di dekat langit – langit kereta yang digunakan untuk tempat penomoran.

Dan secara resmi juga, rangkaian tersebut akhirnya langsung menjalani debut perdananya pada hari Senin (17/7) kemarin, dengan mengisi perjalanan KA 1605 dan terusannya yang melayani rute Bogor – Kampung Bandan PP, hal ini dilakukan karena sehubungan keadaan rangkaian yang sedang defisit, yang dimana ada beberapa rangkaian formasi 10 dan 12 kereta yang sedang didinaskan sebagai rangkaian formasi 8 kereta, dan hal tersebut dilakukan karena rangkaiannya memiliki masalah roda yang dideritanya.

Dengan selesainya ujicoba serta sudah berdinasnya rangkaian Tokyo Metro 5000 Seri 5817F dengan formasi 10 kereta, maka jumlah rangkaian formasi 10 kereta yang dimiliki oleh PT. KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) secara resmi bertambah menjadi 42 rangkaian, yang terdiri dari 26 rangkaian JR 205, 12 rangkaian Tokyo Metro 6000, 2 rangkaian JR 203, 1 rangkaian Toyo Rapid 1000, dan 1 rangkaian Tokyo Metro 1000.

Sebagai catatan tambahan pula, untuk rangkaian Toyo Rapid 1000 Seri 1090F akhirnya tinggal menyisakan empat kereta lagi, yang terdiri dari dua kereta motor dan dua kereta trailer. Dan sebagai pertanyaan dari kami yaitu masihkah rangkaian tersebut dapat digunakan untuk memperpanjang satu rangkaian KRL seri 5000 yang masih memiliki formasi 8 kereta, sebut saja Seri 5809F? ataukah program pemanjangan rangkaian akan beralih ke seri yang lainnya? Kita tunggu saja kelanjutan berita ini hanya di KMP News.

2 thoughts on “Tokyo Metro 5817F Resmi Menjadi 10 Kereta, Dipo Depok Akhirnya Kembali Hasilkan Mahakaryanya”

  1. Kalua sudah di modiv begini, apakah masih termasuk Hottie (panas) atau bisa dinginnn yaaa… ???
    Jangan-jangan hanya pakai kipas angin ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *