URGENT : Perbaiki Saluran Air Stasiun Rawabuntu

Perbaiki Saluran Air Stasiun Rawabuntu
Daxa.net

“Udan salah mongso” begitulah istilah yang tepat menurut orang Jawa saat ini. Bulan April menurut iklim Indonesia sudah memasuki musim kemarau. Namun beberapa hari ini justru hujan mengguyur wilayah Jabodetabek terus menerus tiada henti. Para ahli menyebutkan hal ini karena pengaruh perubahan iklim.
Bagaimana kesiapan stasiun-stasiun menghadapi fenomena perubahan iklim ini ? Bagaimana dengan saluran air stasiun ?

Kita semua tahu, tidak semua stasiun siap menghadapi musim hujan. Ada stasiun yang atap perannya rusak dan bocor sehingga mengakibatkan kan basah dan beceknya peron tempat para roker menunggu datangnya KRL. Bahkan ada juga stasiun yang belum memasang kanopi untuk melindungi peron dari guyuran hujan.

Beberapa waktu lalu, Menteri Perhubungan Budi Karya sempat minta agar stasiun Duri dipasang tenda sementara menunggu pembuatan kanopi permanen. Dan sempat menjadi heboh dan viral kita yang dipasang di stasiun Duri adalah “tenda biru” nya Desy Ratnasari. Hingga sempat beredar pula beberapa meme lucu tentang tenda biru tersebut.

Lalu, bagaimana dengan kondisi stasiun yang becek dan banjir ?
SANGATLAH tidak nyaman pastinya.
Stasiun Rawabuntu adalah salah satu stasiun yang akan tergenang air jika hujan turun cukup lama/deras.
Hal ini sudah berlangsung cukup lama. Namun sepertinya Kepala Stasiun Rawabuntu sudah merasa nyaman dengan keadaan tersebut. Tapi apakah para roker merasa nyaman ?

Tim KMP@Cakruk.com pernah jatuh terpeleset karena beceknya area gate keluar-masuk peron 1 (sisi Utara arah ITC). Dan SANGAT kesulitan dan tidak nyaman saat berada di area gate, ticketing, area parkir, gate parkir, seputar kolong flyover dan area jembatan turunan sebelum gate parkir.

Bisa dilihat dalam foto situasi genangan dan beceknya area Utara stasiun Rawabuntu. Menurut pengamatan memang tidak ada saluran pembuangan air dari :

  • Atap kantor KS/KCI, hall Utara dan peron 1 seputar kantor KS
  • Teras hall Utara, ticketing box
  • Atap Mushola dan announcer box
  • Air dari arah jalan raya atas yang turun melalui jembatan turunan
  • Air hujan area parkir motor dan mobil seputar bawah flyover

Karena saluran air tidak ada yang seharusnya BISA dibuat mengarah ke selokan sepanjang rel menuju jalan H. Abdul Syukur (perumahan warga).
Jika saluran air tersebut dibuat dengan benar, maka stasiun Rawabuntu akan bebas dari banjir, becek dan sangat nyaman untuk semua pihak.
Hal ini juga SANGAT BAGUS bagi terpeliharanya sarana wilayah Rawabuntu, aspal jalan dan area parkir akan semakin awet tidak tergerus / terkelupas oleh air hujan.

Perhatikan juga parkir mobil yang menutupi trotoar yang diperuntukkan bagi pejalan kaki yang tertutup oleh parkir mobil yang terlalu mepet pagar. Bagaimana roker akan nyaman berjalan jika trotoar tertutup mobil sementara area jalan/parkiran tergenang air hujan yang keruh ?

Semoga tulisan ini akan membuka hati pihak stasiun Rawabuntu dan KAI serta KCI untuk melakukan penataan ulang seluruh area stasiun. Demi kenyamanan dan keamanan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *