Icip-Icip Double Track Maja – Rangkasbitung

Daxa.net

Mengawali tahun baru 2019, tim KMP@Cakruk kembali melakukan Perka (PERjalanan KAyapan).
Perka kali ini dilakukan ke lintas Greenline. Kami mencoba merasakan Double Track Maja – Rangkasbitung.
Sambil menyelam minum air, sambil bersilaturahmi dan “Tahun Baru-an” dengan masknis serta crew KCI – PPKA SAMBIL Icip-Icip Double Track baru.

Seperti diketahui bahwa Doble Track tersebut masih dalam uji coba, mulai tanggal 18 Desember 2018.
Banyak rekan roker Rangkasbitung yang mengutarakan sikon Doble Track tersebut. Hal inilah yang mendorong kami untuk Icip-Icip sebelum Doble Track ini diresmikan.

Dalam perjalanan terpantau kecepatan laju KRL hanya 15 KPJ (kilometer per jam). Jadi, kami bisa mengamati lebih jelas pembangunan apa yang telah dilaksanakan.

Pagar besi pembatas daerah berbahaya sepanjang rel
Pagar tembok pembatas daerah aman sepanjang rel

Demi menunjang kelancaran dan keamanan Perka, tampak sepanjang petak Maja – Rangkasbitung sudah terpasang pagar aman. Pagar pembatas itu didirikan agar terlihat jelas tanda daerah berbahaya dan aman yang bisa dipergunakan beraktivitas masyarakat seperti berkebun/sawah. Selain itu juga menjaga agar tidak ada hewan yang melintas rel, mengingat banyaknya ternak warga yang dibiarkan berkeliaran.
Pagar pembatas terbuat dari besi dan blok semen.

Bronjong batu penahan longsor
Pagar besi di lahan rawan longsor

Guna menjaga keamanan kontur tanah labil sepanjang petak Maja – Rangkasbitung juga dibuat talut bronjong batu. Bronjong ini berguna untuk menahan tabah labil agar kuat dan tidak longsor.
Hal ini dilakukan mengingat daerah tersebut rawan longsor terutama saat musim hujan.

Perpanjangan peron 1 stasiun Citeras
Perpanjangan peron 2 stasiun Citeras
JPO stasiun Citeras yang berdiri megah

Pembenahan dan pembangunan tak hanya sepanjang lintas rel, namun juga dilakukan di stasiun.
Stasiun Citeras yang berada diantara 2 stasiun besar lintas Double Track tersebut menjadi prioritas pembenahan.
Tak hanya perpanjangan peron dan pembuatan atap saja, stasiun tersebut juga dibangun JPO (Jembatan Penyeberangan Orang).
Sebuah tindakan PT. KAI dan KCI dengan membangun JPO tersebut, mengingat minimnya JPO dan underpass sebagai sarana penyeberangan pengguna KRL di Greenline.

Peron sementara jalur 3 stasiun Rangkasbitung lebih lebar
Area stabling KRL belum ada pembangunan

Tak mau ketinggalan dengan Citeras, stasiun Rangkasbitung pun turut berbenah.
Bancik (peron sementara – besi baja) peron 2 dan 3 sudah diganti dengan yang baru. Bancik ini lebih lebar dari yang sebelumnya.
Untuk area stabling (area parkir KRL yang selesai/tidak dijalankan berdinas) masih dalam proses pengerjaan. Area stabling ini berada di sebelah jalur 4 yang biasanya digunakan oleh rangkaian KA. Entah sampai kapan pembangunan stabling aja selesai.
Hall baru yang dijanjikan KCI pada lebaran tahun 2017 lalu juga belum ada tanda-tanda pembangunannya.
Calon hall baru masih berupa bongkaran kios-kios yang sudah digusur.

Lahan stabling yang masih berupa bongkaran

Semogq Dirjen KA, PT. KAI dan KCI segera menyelesaikan pembangunan sarana serta prasarana di lingkungan stasiun Rangkasbitung, sehingga lebih banyak KRL bisa disimpan (diinapkan). Dengan makin banyaknya jumlah rangkaian yang stabling di Rangkasbitung, maka jumlah jadwal perjalanan Rangkasbitung – Tanah Abang bisa ditambah. Hal ini akan mempengaruhi kuantitas penumpang dari Rangkasbitung, hingga para roker akan menikmati perjalanan KRL Commuter Line dengan MANTJARLI dan Manusiawi.

Dokumentasi Foto & Editorial : Hendro Lesmana, Toms Herman, Christiana Erna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *