JR 203 (Seri 203-106F) “Berubah Wujud” Menjadi 10 Gerbong

Daxa.net

JR 203 Meliuk Indah di Stasiun Universitas Pancasila (Sumber : Re Digest)

 

Depok, KMP News – Ada pemandangan yang berbeda lagi dari JR 203, khususnya untuk seri 203-106F. Ya rangkaian yang dikenal sebagai gerobag sayur kini sudah memanjangkan gerbongnya kembali yang kedua kalinya. Setelah 203-2F sukses dipanjangkan atau di mixing dari 8 gerbong menjadi 12 Gerbong. kini kisah cerita dari JR 203 kembali terulang, dan rangkaian yang dipanjangkan juga jatuh ditangan seri 203-106F yang akhirnya memanjang rangkaiannya dari 8 Gerbong menjadi 10 Gerbong.

PT. KAI Commuter Jabodetabek akhirnya melakukan mixing atau perakitan kembali di tahun ini. mixing ini dilakukan karena jumlah rangkaian berformasi 10 gerbong yang saat ini mulai menipis, karena efek dari rangkaian formasi 10 Gerbong yang saat ini mayoritas berdinas di jalur greenline yang jumlahnya sebanyak 16 set seri 205 yang dioperasikan, dari 31 set gerbong yang ada yang berformasi 10 gerbong, kemudian sebab alasan yang berikutnya karena rangkaian berformasi 10 dan 12 gerbong harus “berbagi” dengan lintas Bekasi, dan Bogor, sehingga rangkaian berformasi 8 gerbong harus “ikut” berdinas di jalur tersebut, serta sambil menunggunya kedatangan gerbong “bekas” dari Jepang untuk pengadaan tahun 2017 yang saat ini belum tiba di Indonesia.

Rangkaian tersebut telah diujicoba pada Kamis (20/4) pagi tadi dengan rute percobaan tujuan Depok – Manggarai – Depok. 203-106F Berangkat dari Depok pada jam 10:00, dan rangkaian tersebut tiba di Manggarai pada jam 10:30 dan setelah tiba di manggarai rangkaian kembali lagi menuju Depok yang diberangkatkan jam 10:40 dari Manggarai dan setelah itu, KRL tersebut tiba di Depok dikisaran jam 11:10 dan setelah itu rangkaian tersebut langsung masuk kembali ke dipo Depok pukul 11:20.

Untuk susunan rangkaiannya, JR 203-1F pernah menjadi rangkaian berformasi 10 gerbong dengan menggunakan kereta motor 203-117 dan 202-117 yang berasal dari rangkaian 203-106F. Namun karena suatu alasan, 203-1F diperpendek lagi menjadi rangkaian berformasi 8 Gerbong, dan kemudian menjadi formasi 4 gerbong saat 203-2F memanjang. Dan karena mungkin sudah berjodoh dengannya, kini 203-106F yang memanjang menjadi 10 gerbong, dengan menggunakan kereta motor yang meskipun bukan asli milik 203-1F, namun rangkaian tersebut tergandeng di rangkaian dan menggunakan nomor yang seolah-olah seperti kereta motor asli milik 203-1F.

Dengan memanjangnya rangkaian 203-106F, secara otomatis akan mematikan rangkaian 203-1F yang hanya terdiri dari 2 kereta kabin, dan dengan itu juga PT KAI Commuter Jabodetabek akhirnya kembali menambahkan rangkaian berformasi 10 Gerbong menjadi 39 rangkaian, yang terdiri atas 26 rangkaian KRL seri 205, 12 rangkaian KRL seri 6000 yang sudah dijumlahkan dengan 6 rangkaian kedatangan tahun 2017 yang semuanya masih proses akhir dinas di Jepang dan proses pengapalan ke Indonesia, serta 1 rangkaian KRL seri 203. Dan hanya tinggal 2 rangkaian KRL seri 203 saja yang masih memiliki formasi 8 kereta, yaitu 203-108F dan 203-109F.

Kemudian apakah kedua set berformasi 8 Gerbong ini akan memanjang seperti 203-106F? kemudian apakah set 203 ini akan masuk ke jalur greenline alias jalur kulon? Kita lihat saja kelanjutan cerita panjang dari KRL Gerobag Sayur ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *