Loket Vending Machine di Sejumlah Stasiun KRL akan Ditambah di Tahun 2017

Vending Machine di Sejumlah Stasiun KRL

Mesin C-VIM Seri Terbaru, Gambar Sebelah Kiri Merupakan Mesin C-VIM untuk KMT, dan Sebelah Kanan Merupakan Mesin C-VIM untuk THB (Foto : Kaori Nusantara)

Jakarta, KMP News – Tepat pada pertengahan bulan Mei 2017 yang lalu, PT. KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) akhirnya telah memecahkan rekor terbarunya dalam jumlah penumpang per hari. Dan pada tanggal 15 Mei 2017, PT. KAI Commuter Jabodetabek telah mencatat jumlah penumpang KRL perharinya yaitu mencapai lebih dari 1 juta penumpang, dan tepatnya dikisaran 1.032.878 penumpang per harinya. Dan jumlah ini merupakan jumlah yang sangat fantastis jika melihat keadaan infrastruktur penunjang yang masih harus banyak diperbaiki kembali.

Demi mengakomodasi jumlah penumpang yang terus meningkat, maka PT. KAI Commuter Jabodetabek akhirnya akan melakukan penambahan 186 Commuter Vending Machine (C-VIM). Dan jumlah ini akan terus bertambah hingga 400 unit sepanjang tahun 2017. Adapun Mesin C-VIM versi baru ini digadang – gadang sebagai Mesin C-VIM yang lebih baik secara sistem daripada Mesin C-VIM yang lama. Dan adapun salah satu keunggulannya dari Mesin C-VIM versi terbarunya yaitu adanya sensor pembaca uang yang kini lebih baik karena dapat membaca uang asli atau palsu maupun membaca kerusakan pada uang. Hal ini dikarenakan pada alat yang lama, uang sobek maupun yang ditempelkan kembali masih dapat diterima oleh alat C-Vim yang lama. Dan selain itu, untuk Mesin C-VIM khusus KMT memiliki keunggulannya yaitu ukuran mesinnya yang lebih kecil.

Menurut Direktur Utama KCJ, Muhammad Nurul Fadhila yang Tim KMP News telah mengutip dari laman Kaori Nusantara mengatakan “Pengembangan C-VIM baru ini dilakukan secara bertahap mulai 2017. Kami akan terus menambahkan unitnya seiring dengan peningkatan volume penumpang KRL. Hal ini tentu telah kami perhitungkan dengan matang guna optimalisasi pelayanan” ujar Fadhila.

Mesin C-VIM baru ini merupakan mesin yang diproduksikan pada tahun 2017. Dan Mesin C-VIM tersebut dibuat menjadi 2 jenis, yaitu Mesin C-VIM khusus untuk pengguna Kartu Multi Trip (KMT) dan Mesin C-VIM khusus untuk pengguna Tiket Harian Berjaminan (THB).

Pemisahan ini dilakukan agar tidak ada percampuran antrian antara pengguna THB dengan KMT. Dan sebelumnya, pengguna KMT sering mengeluhkan karena mereka harus ikut antrian top up dengan pengguna THB sehingga menambah waktu perjalanan yang seharusnya lebih singkat.

Tabel Daftar Stasiun yang akan Diberikan Mesin C-VIM untuk Tahun 2017 (Foto : Kaori Nusatara)

Dan dengan bertambahnya jumlah Mesin C-VIM ini, maka jumlah stasiun yang memiliki fasilitas C-VIM otomatis akan bertambah di tahun 2017 ini. Dan sejak awal digunakannya Mesin C-VIM pada akhir 2015, sebanyak 13 stasiun telah dilayani 50 alat C-Vim. Kemudian setelah adanya penambahan 186 Mesin C-VIM, maka secara keseluruhan akan ada 43 stasiun yang dipasangkan alat C-VIM ini. Dan selain itu, fasilitas C-VIM yang sudah ada di beberapa stasiun juga akan ditambah dengan alat yang baru.

Mesin C-VIM yang Sudah Beroperasi di Stasiun Bogor (Foto : Tribunnews.com)

Adapun stasiun yang akan mendapatkan tambahan C-VIM yaitu Stasiun Bogor dari 8 unit menjadi 17 unit, Stasiun Jakarta Kota dari 9 unit menjadi 12 unit, Stasiun Manggarai dari 3 unit menjadi 4 unit, Stasiun Bekasi dari 3 unit menjadi 4 unit serta stasiun Tanah Abang akan dipasangkan 4 unit. Dan unit – unit ini dipastikan akan melengkapi unit – unit C-VIM yang sebelumnya telah ada di stasiun.

Penumpang KRL yang Sedang Menggunakan Mesin C-VIM (Foto : Kaori Nusantara)

“Dengan menghadirkan C-VIM di semakin banyak stasiun, kami berharap pengguna terbiasa melakukan transaksi e-ticketing di mesin ini.”, ungkap Fadhil.

Seiring penambahan fasilitas ini, KCJ juga akan secara bertahap akan mengurangi jumlah loket manual yang tersedia di stasiun KRL Jabodetabek dan paling tidak hanya menyisakan satu loket. Adapun sisa loket ini akan melayani penjualan KMT serta layanan informasi yang lainnya. Adapun juga pengurangan loket sebelumnya telah dilakukan di beberapa stasiun yang telah terlayani oleh Mesin C-VIM ini, seperti Stasiun Bogor, Pondok Cina, Manggarai, Bekasi, Sudirman, Juanda, Jakarta Kota, Palmerah, dan Pondok Ranji.

Dan kebijakan tentang pengurangan loket ini sejalan dengan perilaku kebutuhan pengguna di stasiun tersebut yang semakin paham menggunakan Mesin C-VIM serta bertambahnya jumlah pengguna KMT yang ada. Dan untuk jangka panjangnya, di stasiun KRL juga akan dilayani alat C-VIM dan satu loket manual yang akan menjadi contoh dukungan sektor faslitas publik khususnya operator dan para pengguna KRL terhadap program pemerintah untuk mewujudkan masyarakat non-tunai dan moderinisasi sistem transaksi.

Dari berbagai pengembangan yang ada dalam pelayanan KRL, masih akan ada solusi yang terus dilakukan oleh KCJ guna untuk menjadi pilihan utama dalam transportasi perkotaan. Dan adanya pembaruan sejumlah fasilitas yang ada, diharapkan dapat memberi semakin banyak kemudahan bagi masyarakat yang bertransportasi dengan menggunakan KRL.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *