Menyapa Raja #2 : KMP@cakruk Goes to Lampung 2017

Menyapa Raja #2 : KMP@cakruk Goes to Lampung 2017
Daxa.net

#HAPUSKAN_RAJA masih terngiang di telinga, dan sejak April 2017 KA Lokal Raja (Rangkas Jaya) berhenti beroperasi melayani penumpang Rangkasbitung – Tanah Abang.
Dengan dihapuskannya KA Lokal Rangkas Jaya bukan berarti memutuskan tali silaturhami antara KMP sebagai pengguna KRL dengan KA Raja, untuk itu KMP merasa perlu untuk tetap menyapa Raja walau sudah tidak berdinas di lintas Rangkasbitung – Tanah Abang.

Sabtu, 02 September 2017 Tim KMP@cakruk kembali melakukan Perka (PERjalanan KlAyapan) untuk menyapa Raja dengan tujuan Lampung.
Dengan menngunakan KA 464 dengan jadwal pemberangkatan dari stasiun Rangkasbitung 07.45 dan tarif masih Rp. 3,000,- Untuk jadwal lengkap silakan lihat di edisi perdana Menyapa Raja #Apa Kabar Raja.
Susana perjalanan KA 464 terlihat kosong dengan masih banyaknya tempat duduk dari stasiun Rangkasbitung. Namun suasan berubah menjadi sangat ramai dan penumpang mulai berebutan tempat duduk setelah memasuki setasiun Jambu Baru dan Catang.

Susana KA Lokal 464 kembali mulai lengang di stasiun Karangantu. Banyak sekali penumpang musiman yang turun di stasiun tersebut. Menurut informasi yang kami terima, pada hari-hari libur seperti hari Sabtu kemarin yang merupakan hari libur Idul Adha, banyak penduduk seputar Serang dan Banten berziarah ke makam Sultan Banten.
Memang dari stasiun Karangantu cukup dekat dan mudah untuk mencapai tempat pemakaman raja-raja Banten, seperti Sultan Ageng Tirtayasa, cucu Sultan Gunung Djati dan Sultan Hassanudin.

Sepanjang perjalanan dari Karangantu hingga di stasiun akhir MERAK cukup kondusif dan tidak seberisik sebelumnya. Sekitar pukul 09.45 KA 464 tiba di stasiun Merak.
Seperti hal nya Tim KMP@cakruk. Sebagian besar penumpang melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kapal Ferry untuk menyeberang ke Bakauheni Lampung.

Dari stasiun Merak sudah tersedia jalur khusus menuju gate tiket ASDP kapal Ferry. Namun sayangnya hanya tersedia 1 gate dengan sistem antrean yang SANGAT SEMRAWUT.
Selain itu sistem pembelian tiket yang rumit juga, seperti pembelian tiket KAJJ. Setiap tiket harus meyertakan kartu identitas diri seperti KTP, SIM, BPJS dan lain-lain.
Karena tidak adanya petugas yang mengatur antrean, Tim KMP@cakruk pun sempat diselak oleh seorang laki-laki yang masih segar bugar.
Saat ditegor, orang tersebut tetap nyelonong mendahuluin antrean KMP@cakruk, lebih parahnya dia hanya memberikan 1 KTP untuk membeli 8 tiket, dengan alasan masih dibawah umur. Namun saat ditanya umur, masing-masing disebutkan 17, 18, 23, 35 dll… harap maklum… belum pernah ditegur aparat.

Hhhmmmm… perlu ada perubahan dan penertiban untuk sistem antrean dari stasiun Merak ke gate ticketing kapal Ferry. Atau malah bisa diberlakukan tiket all in 1 atau terusan dengan pembelian tiket KA Lokal Rangkasbitung-Merak untuk menghindari antrean yang semrawut.
Jika anda tidak mau bersusah payah antre tersedia juga pembelian secara online di http://tiket.indonesiaferry.co.id

Setelah tiket ditangan, tim KMP@cakruk bergegas menuju dermaga untuk naik kapal Ferry yang baru merapat. Setelah naik dan melihat kondisi ruang duduk ekonomi yang panas, maka kami putuskan untuk masuk ke ruang Ekonomi AC dengan tarif Rp. 10,000 dewasa dan Rp. 5,000 anak-anak.
Ruangan cukup nyaman tersedia sofa, lesehan dan ruang teather jika ingin menonton film dengan nyaman. Tersedia mini bar yang menjual soft drik, gorengan dan pop mie.

Bersandar di pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 13.00, tim KMP@cakruk menyempatkan diri untuk makan siang dan membeli oleh-oleh, dan kembali naik kapal Ferry.

Perjalanan Pulang

Antrean di pelabuhan Bakauheni tidak sesemrawut di Merak, lobby tiket terlihat lengang.
Setelah tiket ditangan, kami langsung menuju dermaga untuk naik kapal yang juga baru tiba merapat.

Untuk kapal Ferry Putra Jaya mempunya tarif yang lebih mahal dari Ferry saat kami berangkat. Ruang Ekonomi AC dibandrol Rp. 12,000 dewasa dan Rp. 5,000 anak-anak.
Untuk harga minuman juga lebih mahal dibandingkan dengan kapal Ferry berangkat.
Sangat disayangkan karena PT. ASDP Indonesia Ferry tidak mempunyai standard harga untuk ruangan Ekonomi AC dan makanan.

Perjalanan penyeberangan pulang terasa lebih lama dibandingkan saat berangkat, karena kapal Ferry harus berhenti lama di tengah laut menunggu antrean untuk bersandar di dermaga Merak.
Tim KMP@cakruk sangat khawatir, karena menurut jadwal kapal bisa bersandar di pelabuhan Merak jam 17.00 dan masih ada waktu 20 menit untuk membeli tiket.

Namun karena antrean yang sangat lama, akhirnya Tim KMP@cakruk harus gigit jari dan kecewa karena saat kapal bersandar merapat ke dermaga Merak terlihat KA Lokal Merak – Rangkasbitung pun mulai beranjak meninggalkan stasiun Merak.

Pak Sopian Kepala Stasiun Merak hanya bisa minta maaf karena kami tidak bisa ikut dalam rangkaian KA Lokal Merak-Rangkasbitung terakhir. Dan menyarankan kami untuk menggunakan angkutan alternatif lain. Inilah akhir dari cerita tim KMP@cakruk saat MENYAPA RAJA, bis Arimbi Merak – Kalideres adalah pilihan satu-satunya bagi kami.
Terima kasih pak Sopian, lain waktu tunggu kami yaaa… 🙁

Saran untuk KAI :

Adakan tiket terusan untuk tiket KA Lokal Rangkasbitung – Merak yang terintegrasi dengan tiket kapal Ferry ASDP, sehingga mengurangi antrian di loket kapal Ferry Merak – Bakauheni. Dan mempersingkat waktu perjalanan bagi penumpang agar bisa segera ikut ke kapal Ferry yang sudah siap berangkat.

Adakan tiket terusan untuk tiket KA Lokal Merak – Rangkasbitung yang terintegrasi dengan tiket kapal Ferry ASDP, sehingga akan mempermudah pihak stasiun Merak untuk memberikan sinyal hijau bagi KA Lokal khususnya untuk kereta terakhir, sehingga penumpang tidak terlantar dan harus mencari alternatif transportasi lain di malam hari. Jika ada tiket terusan, KA Lokal Merak – Rangkasbitung jadwal terakhir akan menunggu hingga kapal bersandar hingga semua penumpang pemegang tiket terusan naik ke dalam kereta.

Jika TIKET TERUSAN yang tersinkronisasi antara kereta dan kapal ferry, niscaya banyak penumpang yang sangat berminat dan merasa nyaman dalam perjalanan. Hal ini juga pasti akan menambah pemasukan dan keuntungan bagi PT. KAI sendiri.

2 thoughts on “Menyapa Raja #2 : KMP@cakruk Goes to Lampung 2017”

    1. hahhahaha… menguji adrenalin om Toms 🙂
      Yaaa.. kita kan sudah berusaha tidak berlama-lama di Bakauheni, tapi yaa… takdir si KMP Putra Jaya nya lamaaa ditahan di sinyal masuk dermaga Merak, padahal kan kalau sesuai jadwal kita masih ada waktu cukup lama ya ?
      Semoga dilain waktu tidak terulang… ingetin bawa sajen yaa buat om Pian… :))

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *