Perubahan Peron Dan Jalur KRL Commuterline Di Stasiun Serpong

Daxa.net

Dengan pertumbuhan pengguna KRL Commuterline lintas Greenline khususnya stasiun Serpong, maka PT. KAI dan KCI semakin giat melakukan penataan stasiun.
Tak tanggung-tanggung KAI dan KCI melakukan penataan jakur dan peron di stasiun Serpong. Hal ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan para pengguna KRL terutama untuk arus turun naik dan keluar masuk stasiun.

Rel jalur kereta di stasiun Serpong

Penataan dan pembangunan stasiun Serpong juga untuk pengoperasian rangkaian 12SF (12 kereta dalam 1 rangkaian).
Tak mudah untuk melakukan penataan,harus dibuat stabling baru.

Sebuah pekerjaan yang tak mudah, agar penataan tersebut tak mengganggu Perka (perjalanan kereta). Pembuatan stabling baru yang cukup lama akhirnya selesai.
Hingga akhirnya, Sabtu 05 Oktober 2019 stabling baru mulai dioperasikan.

Dilihat dari Twitter Commuterline, diumumkan :

#RekanCommuters Terkait perubahan nomor peron Stasiun Serpong.
Peron 1&2 melayani perjalanan KRL tujuan Parung Panjang, Maja, Rangkasbitung & Tanah Abang.
Peron 3&4 melayani perjalanan KRL tujuan Tanah Abang. Kami imbau untuk tetap memperhatikan intruksi & informasi dari petugas.

“Jalur dihitung berurut dari jalur KA yang terdekat dengan PAP/Announcer. Karena PPKA nya sudah bergabung di ruangan PAP”, lebih lanjut PT. KCI memberikan informasi saat dihubungi tim KMP@Cakruk.
Sebagai catatan, ruang PPKA semula ada di lantai 2. Dengan selesainya stabling baru maka ruangan PPKA dipindahkan ke lantai 1.

Proses pemadatan batu kricak di satbling baru stasiun Serpong

Nahh… Bagi roker Serpong, jangan sampai salah saat menunggu KRL ya. Jika masih merasa ragu, silakan bertanya kepada petugas di stasiun Serpong.

Dengan penataan peron dan jalur KRL di stasiun Serpong, semoga rangkaian dengan formasi 12SF segera masuk lintas Greenline. Sehingga para pengguna KRL akan semakin nyaman terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore.

Rangkaian Plesser Ballast Regulator yangmelakukan pemadatan batu kricak (balast) di stasiun Serpong

Dokumentasi & Informasi : Wawan Kurniawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *