Bukan Sekedar JPO Dan Underpas, Akhirnya Stasiun Rawabuntu Segera Dibangun TOD

Daxa.net

“Itu foto sebelum tengah di beri Saluran air, lihat temboknya. Itu tembok perumahan The Green bukan bawah flyover !”. Demikian jawaban Pak Alias, Kepala stasiun Rawabuntu saat tim KMP@Cakruk mencoba konformasi adanya genangan air di area parkir stasiun Rawabuntu.
Pak Alias tetap bersikukuh dengan pendapatnya saat kami mencoba minta pembuatan saluran air seputar stasiun agar area stasiun bebas banjir, becek dan licin. Sehubungan rekan Xamin Simarsoit juga mengungkapkan pernah jatuh di area stasiun Rawabuntu. “Ya, tapi itu bukan bawah flyover mba, itu samping the Green. Sebentar lagi ada TOD mba mau di bangun”.

WHATTTT… ??? TOD… ??? Bagai disambar petir di siang bolong terik matahari. Mimpi apa semalam ???
Masih belom percaya dengan kabar ini, Stasiun Rawabuntu akan dibangun TOD ????
Yang bener saja… selama ini kami roker Rawabuntu harus main kucing-kucingan dengan PKD untuk loncat menyeberang rel sebelum tertinggal KRL kesayangan kami ???

“Grounbreaking nya Insya Alloh kalu kali ga ada Perubahan tgl 31 Juli 2018. Jadi pihak Reska ga jadi perbaikan karena sebentar lagi juga akan di bongkar !”, tambah pak Alias.
Kami masih tidak percaya, jadi tempo hari saat kami lihat ada pekerja memasang pipa bor dibelakang mushola akan membangun underpas ? Dan petugas mengatakan “ini mengukur kadar air bu, katanya akan dibuat lorong bawah tanah !”.

“Ga ada Underpass mba,tapi Ecalator dan lift. Ya, Insya Alloh jika tdk ada perubahan. Ya yang bangun Perumnas bukan KAI. Lahannya punya KAI, PT KAI penyedia lahan”, kembali pak Alias menjelaskan.

Wow keren sekali yaa, mengingat Perumnas tentu pikiran langsung melayang ke komplek perumahan rakyat. Tim KMP@Cakruk belum puas dengan semua itu dan masih terus menggali informasi. Pembanguan TOD bersinergi dengan pembangunan rusun Perumnas. Berapa lama Waktu yang dibutuhkan untuk membangunnya ?
“Kira-kira 3 tahun, soalnya nanti yang dibangun bertahap yang Parkir Selatan dulu 3 tower, dengan 34 lantai. Dan sebelah Utara tahap ke 2 juga 34 lantai”, Pak Alias memperinci tentang pembanguan Rusun yang akan segera dipasarkan setelah ground breaking.

Apakah itu TOD ?

Mendengar stasiun Rawabuntu akan dibangun TOD, pasti kita bertanya-tanya apakah itu TOD ? Menurut The Institute for Transportation and Development Policy, Transit Oriented Development berarti suatu kawasan di perkotaan terpadu yang dirancang sebagai tempat orang, kegiatan, bangunan, dan ruang publik bersama-sama. Dengan koneksi antara berjalan kaki, bersepeda yang mudah di dilakukan dan layanan transportasi umum yang sangat baik ke seluruh kota.
Ini berarti akses inklusif bagi semua peluang dan sumber daya lokal dan kota secara keseluruhan melalui kombinasi mode mobilitas yang paling efisien dan menyehatkan, dengan biaya keuangan dan lingkungan terendah. Dengan ketahanan tertinggi terhadap peristiwa-peristiwa yang mengganggu. TOD Inklusif adalah dasar yang diperlukan untuk pengembangan keberlanjutan jangka panjang, kesetaraan, kemakmuran bersama, dan perdamaian masyarakat di kota-kota.

Menurut Wikipedia, dalam perencanaan kota, pembangunan berorientasi transit (TOD) adalah jenis pembangunan perkotaan yang memaksimalkan jumlah ruang hunian, bisnis, dan rekreasi dalam jarak berjalan kaki dari transportasi umum. Dengan demikian, TOD bertujuan untuk meningkatkan penumpang angkutan umum dengan mengurangi penggunaan mobil pribadi dan dengan mempromosikan pertumbuhan kota yang berkelanjutan.

TOD biasanya mencakup perhentian transit pusat (seperti stasiun kereta api, atau rel ringan atau halte bus) yang dikelilingi oleh area penggunaan campuran berdensitas tinggi, dengan area berdensitas rendah menyebar dari pusat ini. TOD juga biasanya dirancang agar lebih dapat dijinakkan daripada area built-up lainnya, dengan menggunakan ukuran blok yang lebih kecil dan mengurangi luas lahan yang didedikasikan untuk mobil.

Area terpadat TOD biasanya terletak dalam radius ¼ hingga ½ mil (400 hingga 800 m) di sekitar perhentian transit pusat, karena ini dianggap sebagai skala yang tepat untuk pejalan kaki, sehingga memecahkan masalah mil terakhir.

Contoh TOD yang sudah ada di lingkungan stasiun adalah stasiun Jurang Mangu yang terintegrasi dengan Bintaro Excgange Mall dan terminal bus TransBintaro. Beberapa stasiun MRT yang masih dalam tahap pembanguan. Dan baru saja diresmikan pembangunannya oleh Gubernur DKI Jakarta di stasiun Sudirman – Jakarta.

Di beberapa negara juga sudah membangun TOD demi memberikan kemanan dan kenyamanan bagi warga untuk mudah dalam bertransportasi umum.

  • Curitiba, Brazi – Amerika Latin
  • Guatemala City, Guatemala
  • Mexico City, Mexico
  • Edmonton, Alberta – Canada
  • Montreal, Quebec
  • Ottawa, Ontario
  • Toronto, Ontario
  • Vancouver, British Columbia
  • Winnipeg, Manitoba
  • Arlington County, Virginia – USA
  • Aurora, Colorado
  • New Jersey
  • Pittsburgh, Pennsylvania
  • Salt Lake City Metro Area, Utah
  • San Francisco Bay Area, California
  • Hong Kong – Asia
  • Malaysia
  • Melbourne, Victoria – Australia
  • Milton, Queensland
  • Paris, France – Eropa
  • Stedenbaan, The Netherlands

Semoga kehadiran TOD di stasiun Rawabuntu benar-benar akan memberikan kemudahan bagi para roker Rawabuntu untuk sekedar transit pindah peron dengan cepat, aman dan nyaman. Bukan malah memberikan beban untuk makin berputar-putar dalam transit pindah peron sehingga akan tertinggal KRL kesayangan.
Dokumentasi Foto : ITPD, Wikipedia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *