Sambut MRT : Inisiasi Mengenal (MRT) Dini

Daxa.net

Menghitung hari, detik demi detik… Sekelumit lagu sang diva Indonesia Krisdayanti ini sangat cocok disenandungkan saat melihat progres MRT Jakarta.
Memang tinggal beberapa saat lagi MRT akan segera beroperasi di Jakarta.

Melihat sejenak sejarah MRT yang cukup alot proses pembangunannya. Mulai digagas dari tahun 2008 namun akhirnya baru bisa terwujud pembangunan mulai tahun 2013.
Sebuah proses yang panjang, dimana semua warga Jakarta dan pinggiran yang bekerja di Jakarta harus super sabar menghadapi macetnya lalulintas dampak proyek MRT.

Suatu pekerjaan yang sangat serius dengan tujuan mengurai kemacetan Jakarta yang semakin parah.
Mulai bernama Mass Rapid Transit hingga sekarang menjadi Moda Raya Terpadu.
Namun apalah arti sebuah nama, yang jelas tersirat tujuan mulia, mempermudah arus transportasi masyarakat dalam beraktivitas.

Menjelang peluncurannya, PT. MRT Jakarta secara terus menerus melakukan uji coba operasional. Mulai dari rangkaian MRT hingga percobaan tanggap darurat.
Tak hanya dilakukan secara internal, PT. MRT Jakarta juga mengajak awak media dan masyarakat umum. Hal ini guna menganalisa baik buruknya sistem dan fasilitas yang mereka berikan.
Masyarakat umum dipilih dengan cara berbagai perlombaan.

Perlombaan untuk ujicoba MRT tersebut membuat KMP@Cakruk ingin berpartisipasi. Dengan waktu yang sangat singkat dan tenaga yang tak banyak kami berhasil membuatnya.
Sebuah proses yang tak gampang !

Rute MRT Jakarta Fase 1

Diawali dengan pembuatan banner, rekan Deddy Sofyandi membuat design yang membuat kami SANGAT KAGET !
Sasaran MRT adalah pekerja dari pinggiran ke pusat kota Jakarta, mengapa gambarnya anak SD ? Lihat rutenya tak ada yang lewat sekolah.
Dengan penuh canda dijelaskannya “yaa… Kan ada juga anak yang tinggal di Lebak Bulus sekolah di Benhil/Sudirman – Thamrin, atau sebaliknya !
Jawaban yang kami rasa sangat menjengkelkan.
Rekan Deddy mencoba meyakinkan kami “
Ini MRT juga moda transportasi yang terintegrasi dengan moda angkutan umum lainnya, tergabung dalam JakLingko – JAKarta KeliLING KOta”. Penjelasan ini membuat wawasan kami, proyek terus berlanjut.

Dibalik jawaban tersebut, terungkaplah makna sebenarnya.
Mengubah perilaku masyarakat untuk menggunakan transportasi massal tak semudah membalikkan telapak tangan. Masyarakat yang biasanya menggunakan kendaraan pribadi tak mau serta merta menggunakan MRT.
Inisiasi Mengenal (MRT) Dini adalah cara yang tepat. Walaupun MRT dibangun untuk menyasar para penglaju yang bekerja di pusat Jakarta, menyasar anak-anak SANGAT TEPAT. Mempengaruhi dan menanamkan rasa cinta MRT lebih mudah kepada anak usia dini ketimbang kepada manusia dewasa.
Jika anak-anak telah mengenal MRT otomatis orang tua atau keluarganya akan berusaha mengenalnya juga. Anak-anak yang telah mengenal MRT sejak usia dini, niscaya saat beranjak dewasa akan makin memahami dan menikmati MRT.

Sedikit pesan yang ditampilkan, “Ada MRT, tidak telat sekolah lagi !”, Semboyan ini bertujuan mengingatkan kepada orang tua dan masyarakat umum, dengan MRT tidaklah ada kata terlambat ke sekolah/kerja dan berbagai tujuan.
AYO NAIK MRT untuk #UbahJakarta !
Tema menarik untuk sebuah lomba, dengan berbekal banner spanduk, balon huruf dan pembuatan berita online cukup bagi kami berperan menyambut MRT Jakarta.
Penggunaan kemajuan IT, diharapkan masyarakat semakin mengenal MRT Jakarta tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Bagaimana Bisa
Seolah cuaca berpihak pada tim KMP@Cakruk, Jakarta yang selalu diguyur hujan, mendadak cerah ceria.
Mulai dari pencarian digital printing dari BSD hingga Salemba membuat semangat makin menyala. Pengadaan perangkat pendukung sesuai tema ANAK-ANAK. Balon sangat disukai anak-anak, sangat tepatlah saat kami memilih balon huruf. Terbukti setelah balon ditiup, tim KMP@Cakruk Junior dengan gembira mempermainkannya.
WARNA EMAS balon dipilih sebagai simbol, MRT akan mendulang emas bagi operator PT. MRT Jakarta dan masyarakat umum yang bisa menghemat waktu (semakin banyak aktivitas yang bisa dilakukan mendatangkan uang/emas).

Proses pencetakan spanduk -Salemba

Proses pengambilan gambar di TOD Dukuh Atas terdapat stasiun MRT sangat lancar. TOD ini merupakan kawasan yang menghubungkan stasiun KRL Commuter Line Jabodetabek – stasiun Sudirman, stasiun KA Bandara SHIA – stasiun Sudirman Baru (BNI City) dan stasiun MRT Dukuh Atas.
Sebuah kawasan luas berbentuk taman terbuka, dengan fasilitas jalan bagi masyarakat berkebutuhan khusus. Kawasan yang dirancang sebagai tempat berkumpulnya komunitas.

TOD – Pintu keluar masuk MRT stasiun Dukuh Atas
TOD Dukuh Atas yang terintegrasi dengan stasiun KA Bandara SHIA – BNI City Sudirman Baru
TOD Dukuh Atas yang berupa taman terbuka yang luas dan terintegrasi dengan halte bus

Petugas keamanan, polisi hingga para pekerja proyek MRT pun mendukung kami.
Bukan tim KMP@Cakruk jika tak menyapa para pekerja. Dengan penuh keramahan mereka bercanda dan berfoto ria bersama di saat jam istirahat.

Mereka memberikan masukan sisi-sisi bagus untuk berfoto. Walau kadang sangat disayangkan ketika sisi bagus menampakkan foto capres pemilu 🙂
Akhirnya seputaran bangunan Mini Information Center MRT Jakarta yang berupa gerbong MRT kami pilih.
Bangunan ini diresmikan pada tanggal 28 Desember 2018 oleh Wiliam Sunandar selaku Direktur Utama MRT.
Tak ada petugas didalam Info Center tersebut, hanya beberapa gambar, perlengkapan mesin informasi yang berada di dalamnya.

Pekerja proyek MRT yang ikut berfoto di jam istirahat

Kejadian lucu tak luput dari acara kami. Mulai dari kegagalan peniupan balon huruf, balon terbang hingga rekan Arya terciprat air keran hingga membuat semua KAGET.
Tak hanya sampai disitu, para pekerja yang sedang istirahat tak segan-segan berfoto ria sambil berseru “kita yang kerjain malah belum foto !”.
Properti kamipun tawarkan untuk pose mereka… #terima_kasih_bapak2_telah_mendukung_kami !

Semoga semua proyek MRT Jakarta segera selesai dan dapat beroperasi tepat waktu. Sehingga bisa menjadi moda transportasi alternatif dan memberi kemudahan bagi masyarakat. Dan semakin menyemarakkan moda transportasi Jakarta Keliling Kota #JAKLINGKO #AYO_NAIK_MRT #UBAH_JAKARTA

Berikan dukungan anda pada Instagram kami : https://www.instagram.com/p/BtHw_zQHWME/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=x0q5v0ira3dw

DIBUANG SAYANG

Bersama para pekerja proyek MRT yang sedang istirahat
Gedung Mini Information Center MRT Jakarta yang menyerupai rangkaian MRT. Sempat menjadi perdebatan sengit antara MRT ORI & MRT KW. Ternyata MRT KW :))
Ini adalah pose usulan pak satpam “biar bagus nihh… Dr sini fotonya, seolah MRT nya datang… !”… Pak Satpam merangkap koreografer emang OYEEE… :))
“Ayooo…. Coba MRT nya susun ke bawah…. ACTIONN….. !” Batak-nya om Xamin keluar :))
“Hayukk yang semangat… !” Kata om Deddy sang designer… KEREN BETTTHHH tuh spanduk !!!
Walaupun tak tidur semalem dan sudah jalan kaki ngubek-ngubek Salemba Percetakan negara, om Xamin TETAP SEMANGAT… Terima kasih !
Waduhhh… B nya diterbangkan angin… ‘ahhh… R nya kan mama aja… !” Kata KMP@Cakruk Junior sambil jepret dengan ponselnya

Dokumentasi foto : Deddy Sofyandi, Xamin Simarsoit, Muh. Ikbal, Alvin, Arya, Fachry Anjay, DJ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *