Sambut MRT : Nyok Kite Icip MRT Jakarte

Daxa.net

Peluncuran MRT Jakarta tinggal sesaat lagi. Pembangunan sarana dan prasarana terus dikebut agar Maret 2019 bisa mulai dioperasikan untuk umum.
Dalam rangka persiapan tersebut, PT. MRT Jakarta mengajak beberapa kelompok dan komunitas untuk mencoba MRT.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk sosialisasi awal dan bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat tentang fasilitas dan sarana yang akan diterapkan.

KMP@Cakruk salah satu komunitas yang BERUNTUNG mendapatkan kesempatan uji coba MRT ini.
Melalui prosedur yang dibuat oleh MRT, yaitu lomba #SambutMRT, KMP@Cakruk berhasil menjadi salah satu PEMENANG nya.

Selasa, 29 Januari 2019 pukul 13.00 bersama pemenang lain, tim KMP@Cakruk melakukan uji coba MRT.
Kegiatan diawali dengan penjelasan dan prosedur kegiatan oleh pak Farhan di lantai 22 Wisma Nusantara Jakarta.
Cukup banyak hal yang harus dipatuhi oleh peserta uji coba MRT ini.
Pak Farhan SANGAT menghimbau para peserta mentaati semua aturan yang ada di selebaran yang telah dibagikan.

Selebaran Tata Cara Kunjungan MRT Jakarta


Surat Perjanjian

Dalam kegiatan ini diminta perwakilan dari masing-masing kelompok untuk menandatangani Surat Perjanjian. Surat perjanjian dibuat untuk mengantisipasi jika terjadi kecelakaan, mengingat kegiatan berlangsung saat proyek pembangunan sarana dan prasarana masih berlangsung.
Setelah semua memahami peraturan yang berlaku, peserta diajak berjalan menuju stasiun Hotel Indonesia. Pintu masuk tangga manual stasiun ini ada di depan Wisma Kosgoro – Thamrin Jakarta.
Suasana di pintu masuk tangga manual stasiun HI masih tampak belum rqpi karena masih dalam proses penyelesaian. Sedangkan fasiltas lift masih dalam pengerjaan.

Peserta rombongan ujicoba MRT Jakarta menggunakan. APD sebelum masuk ke peron bawah tanah

Disinilah semua peserta harus menggunakan APD (Alat Perlindungan Diri) meliputi : rompi, helm dan sepatu boat.
Bagi yang sudah menggunakan safety shoes tidak perlu berganti menggunakan sepatu boat yang telah disediakan.

Peserta rombongan ujicoba MRT menuruni tangga manual menuju lantai -1 (concourse) stasiun Bundaran HI

Setelah semua siap, peserta diajak turun menuju lantai -1.
Pak Farhan dan rekannya memberikan penjelasan singkat tentang lantai -1 yang disebut CONCOURSE.
Ruangan ini nantinya akan terdapat fasilitas umum dan bisnis.
Toilet, ruang laktasi, ATM Center, kafe – restoran, gerai dan toko dan lain-lain.
Di lantai ini juga tersedia gate elektronik untuk memasuki area berbayar (peron MRT).

Peserta rombongan mendengarkan penjelasan crew MRT di concourse lantai -1 stasiun Bundaran HI
Gate elektronik di concourse lantai -1 stasiun Bundaran HI

Masih dengan tangga manual, peserta ujicoba MRT dibawa ke lantai -2. Lantai ini disebut PLATFORM atau peron.
Tampak 1 Rangkaian MRT di jalur 1 stasiun Bundaran HI.
Pak Farhan & rekan menginformasikan bahwa peserta akan menggunakan rangkaian berikutnya yang akan datang 10 menit lagi.

Memasuki kawasan platform peron lantai -2 stasiun Bundaran HI

Sambil menunggu kedatangan MRT di jalur 1, peserta melihat fasitas-fasilitas yang ada.
Tampak fasilitas papan informasi digital yang menunjukkan tujuan dan jam keberangkatan.
Para peserta selalu diingatkan untuk melihat batas aman yang boleh dilalui.

Tampilan peron 1 dan rangkaian MRT di stasiun Bundaran HI
Antri masuk MRT di jalur 2 stasiun Bundaran HI

Tak lama rangkaian MRT yang dijanjikan pak Farhan masuk jalur 2.
Para peserta diminta untuk naik, dengan tetap diingatkan agar berhati-hati.
Di dalam rangkaian, sesuai peraturan yang berlaku : sepatu boat, helm dan tas HARUS disimpan di kolong tempat duduk.
Sekedar informasi, tempat duduk MRT menyerupai rangkaian KRL KFW.

Tampilan dalam MRT Jakarta yang kosong
Tampilan dalam rangkaian kereta MRT Jakarta

Rangkaian MRT menggunakan kereta produksi Toyakawa – Nippon Sharyo Jepang.
PT. MRT Jakarta saat ini sudah memiliki 16 rangkaian.
Interior mirip dengan KRL KFW besutan INKA Madiun. Perbedaan mencolok ada pada tempat duduk.
Jika rasanya rangkaian KFW menggunakan sofa untuk MRT Jakarta menggunakan bangku palstik fiber.
Rizki Anugerah roker Pasar Minggu yang ikut dalam ujicoba memberikan komentarnya “Bagus begini daripada sofa. Kalau ini kotor tinggal dilap atau dicuci langsung bersih dan bisa dipakai. Beda dengan sofa yang agak ribet perawatannya !”.

Bangku rangkaian kereta MRT menggunakan bahan plastik fiber

IP

Rata-rata para peserta kali ini ingin merasakan MRT saat menyusuri terowongan bawah tanah. Terbayang seram dan gelap yaa… ?
Namun, ternyata tak seseram yang kita bayangkan. Di dalam lorong bawah tanah tidak terlalu gelap karena pancaran cahaya dari dalam MRT.
Ditambah lagi, jarak antar stasiun tidak terlalu jauh.

Waktu buka-tutup pintu tak lebih dari 1 menit, bukan hanya saat ujicoba namun diharapkan dapat beroperasi resmi tetap tak lebih dari 1 menit.
Rangkaian MRT ini bisa dijalankan dengan kecepatan maksimal 80 km/jam di dalam tanah dan 100 km/jam untuk jalur layang. Kecepatan jalur layang akan diturunkan saat cuaca hujan.

Seperti menembus lorong waktu saat kita berada di dalam jalur bawah tanah. Terowongan ini hanya memuat 1 jalur, sedangkan jalur lawan arah ada di terowongan lain (sebelah). Sehingga kita tak akan pernah menemukan rangkaian lawan arah yang berpapasan.
Jalur bawah tanah meliputi stasiun Bundaran HI, Dukuh Atas, Setiabudi, Benhil, Senayan dan Sisingamangaraja.
Wahhh… Saat lepas landas stasiun Sisingamangaraja crew MRT memberikan informasi “siap-siap yaa… Kita akan keluar dari lintas bawah tanah !”.
Daannn…. Whuuusss… Mata akan terasa silau dengan terang matahari begitu kita keluar dari jalur bawah tanah.

Beruntung sekali karena KMP@Cakruk boleh melihat ke arah depan (pintu kabin dibuka). Tapi INGAT… Peserta DILARANG masuk dalam kabin masinis.

Masinis MRT tak hanya didominasi oleh kaum adam seperti di KAI atau KCI. MRT Jakarta juga memiliki masinis wanita. Sempat kami berkelakar “kalau wanita mbasinis dong pak, bukan masinis !”, Hahahaha… 🙂

Jalur layang tak semenarik jalur bawah tanah, mungkin karena kami sudah terbiasa dengan jalur layang KRL.
Crew MRT pun memberikan informasi saat MRT memasuki stasiun Blok M. Stasiun ini terintegrasi dengan halte TransJakakarta Koridor 13 (Ciledug – Tendean).

Stasiun Blok M yang terintegrasi dengan TransJakarta koridor 13

Ada yang hal yang menarik di stasiun Blok M. Di stasiun ini ada percabangan jalur rel. Crew MRT menjelaskan adanya percabangan tersebut dipersiapkan untuk antisipasi jika ada hal-hal yang tak diinginkan, seperti MRT akan mogok ditengah jalan.
Stasiun blok M memiliki 3 jalur seperti stasiun Dukuh Atas. “1 jalur akan diperuntukkan bagi rangkaian cadangan. Mengantisipasi jika ada yang mogok. Rangkaian cadangan akan mendorong rangkaian yang mogok ke Dipo Lebak Bulus kemudian menggantikan tugas rangkaian yang mogok !”.

Stasiun layang Blok M, Blok A, Haji Nawi, Cipete telah kita lalui. Selepas stasiun Fatmawati, crew MRT kembali menginformasikan… “Ayoo… Yang mau foto-foto, sebentar lagi kita akan melalui tikungan tajam menuju Lebak Bulus, lihat ke sisi kanan. Dipo MRT bisa terlihat saat rangkaian sudah berbelok. Ada di sisi kiri arah laju kereta”.

Dipo MRT Lebak Bulus

Tampak tim KMP@Cakruk antusias melihatnya. “Wahhh… Cilejit… Ini Cilejit… !” Teriak Alvin yang sangat bersemangat, disambut tawa peserta lainnya. Sekedar info : Cilejit adalah tikungan tajam jalur KRL Greenline yang menjadi kegemaran pecinta KRL.
Sampailah rangkaian MRT di Lebak Bulus.
Crew MRT menginformasikan “ini 27 menit dari HI ke Lebak Bulus, sesuai target kita. HI – Lebak Bulus 30 menit !”.

Sambil menunggu para masinis dan instruktur transit berpindah ke kabin belakang yang akan menjadi kabin terdepan pada perjalanan pulang ke Bundaran HI, crew MRT memberikan beberapa informasi.
Menerangkan tentang Dipo MRT, “Dipo ini luasnya +/- 9 hektar. Bekas stadion (lapangan sepak bola) Lebak Bulus. Nah, kalau sekarang kita berada diatas bekas terminal bus Lebak Bulus”.
Tak luput dari perbincangan adalah vandalisme yang terjadi beberapa waktu lalu. Crew MRT tak banyak memberikan informasi tentang hal ini.

Tim KMP@Cakruk foto bersama dengan banner yang telah mengantarkan tim mengikuti uji coba MRT

Perjalanan pulang lebih banyak kami isi dengan tanya jawab dan berfoto.
Seperti “mengapa rel MRT tak menggunakan batu kricak dibawah bantalan. Crew MRT pun tak banyak memberikan informasi “wahhhh… Kalau secara teknis itu orang teknis yang tahu, yang jelas pasti menggunakan peredam, toh kita tidak merasakan goncangan hebat kan ?”.

Foto bersama tim KMP@Cakruk bersama crew MRT di pintu masuk stasiun Bundaran Hi

Tak terasa rombongan ujicoba MRT sudah kembali berada di stasiun Bundaran HI. Semua peserta diminta kembali menggunakan perlengkapan APD. “Jangan lupa tas dan helm !”, Pak Farhan kembali mengingatkan.
Sampailah rombongan kembali di Bundaran HI. Sebelum bubar semua kelompok berfoto ria.
Terima Kasih MRT Jakarta yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk melakukan uji coba.
#MRTJakarta #SambutMRTJakarta #SambutMRT #JakLingko #UbahJakarta

Pesan dan Kesan

Mantab,
Akhirnya Jakarta ga kalah dengan kota-kota besar lainnya di dunia..
Jakarta akhirnya punya MRT… altenarif lain untuk transportasi tepat waktu.
Semoga pengguna dapat ikut merawatnya dengan menjadi mematuhi tata tertib berkendaraan umum… tidak buang sampah sembangan, membuah ludah sembarangan, membuang puntung rokok, tidak makan dan minum dalam MRT, dll.
Akhir kata: Maju terus transportasi umum, menuju Indonesia yang lebih baik.
~ Wisnu, karyawan swasta seputaran Jl. Jend. Sudirman ~ Roker Rawabuntu Tangsel

Sangat bagus,
Solusi mengatasi kemacetan di ibukota dan juga untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, mungkin yang kurang itu daerah operasinya harus segera di perluas kalau perlu bikin jaringan bawah tanah diseluruh penjuru ibukota biar aksesnya makin mudah dan kita bisa mengejar ketertinggalan dari negara tetangga kita
~ Xamin Simarsoit, karyawan swasta – Roker Rawabuaya Tangerang ~

Puas banget naik MRT Jakarta, walaupun kursinya serasa seperti di KRL Ekonomi.. Tapi keretanya gaada rasa guncangan selama sekali.. Pokoknya puas banget perjalanannya
~Alvin – Roker Grogol ~

Saya sangat puas sekali naik MRT Jakarta.. Mengapa? Karena suasana dan penerapan operasionalnya berasa banget seperti di Luar Negeri terutama di Jepang.. Dan saya sangat senang sekali atas kehadiran moda transportasi satu ini.. Semoga kehadirannya bisa diminati oleh banyak orang
~Hendro – Roker Bojong Gede~

Ayo naik MRT Jakarta 🙂
~Rizki Anugerah, karyawan swasta – roker Pasar Minggu ~

Dokumentasi Foto : Alvin, Hendro Lesmana, Xamin Simarsoit, Dandy Adiansyah, Muh.Ikbal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *