KRL Commuter Line Nylonong Di Stasiun Rawabuntu

KRL Commuter Line Nylonong Di Stasiun Rawabuntu
Daxa.net

Sesuai peruntukannya KRL Commuter Line adalah sarana transportasi yang disediakan bagi masyarakat umum. Sebagai moda transportasi umum maka KRL dibuat untuk berhenti di setiap stasiun.
Namun apa jadinya jika tiba-tiba KRL tidak berhenti di setiap stasiun, sementara kita sudah siap-siap akan turun ?
Hal ini terjadi, Sabtu 28 Oktober 2017 KRL Commuter Line nylonong alias melintas langsung di Rawabuntu.

Taufan Irianto Siswadi membagikan pengalamannya “Semalam, pas balik dari Palmerah, mau ke Rawabuntu, ada kejadian aneh (CL tujuan akhir stasiun Parungpanjang).
Keretanya kelewatan, gak berhenti di Rawabuntu, dan baru berhenti di stasiun berikutnya, Serpong.
Kejadian dah jam 11 malam (23.00), kereta balik yang ke Tanah Abang juga dah abis.
Akhirnya setelah komplain, para penumpang yang seharusnya turun di Rawabuntu, dianter lagi menggunakan kereta yang lagi parkir di stasiun Serpong.
Belum tau info resmi nya, kenapa ampe bisa kelewatan seperti itu, soalnya petugas² nya juga bingung, hehe”

Saat dihubungi oleh tim KMP@cakruk, Taufan kembali menceritakan kronologis kejadiannya, sebagai berikut :

Perjalanan normal dari Palmerah (saya naik dari situ) sampai di Rawabuntu, ya seperti yang saya jelasin (di FB).
Udah di announce, kereta melambat, lalu jalan gitu aja sampai kita turun di stasiun Serpong.

“Lalu di Serpong ga disuruh cari alternatif lain ?” Tanya KMP@cakruk 🤔
Taufan kembali menjelaskan, “ya, pas nyampe di Serpong, penumpang2 yang kelewat langsung pada komplain ke petugas.
Awalnya juga mereka bingung, kok kelewat, tapi karena yang komplain banyak banget, baru di arahin ke PPKA”.

Tim KMP@Cakruk kembali menanyakan “ketemu KS atau PPKA ?”
“maaf, KS atau PPKA itu sama atau beda ya ?
kemarin emang penumpang langsung minta ketemu KS, untuk cariin solusi. Nah, ama security arahin nya ke PPKA sih.
Bapak yang di PPKA nya juga sempat ngomong, Kok bisa kelewat ya, hehe
Lalu bapak itu yang bilang akan jalanin CL balik ke Rawabuntu.”, papar Taufan.

“Oh, iya, berarti kemarin emang gak ketemu KS nya sih, langsung ke PPKA”, Taufan memberikan ciri-ciri petugas yang menemui para penumpang.
“hmmmmm, bapak2, mungkin umur 40-50thn gitu, badan nya besar, tinggi, tapi yang jelas dia keluar dari dalam ruangan PPKA itu”.

Apakah PPKA menanggapi komplen dari penungpang ? Taufan kembali menjelaskan “awalnya pas kita nunggu, ya petugas PPKA nya di dalam sibuk telpon seperti nya nanya2 kemana2.
Itu kereta dari palmerah, jam setengah 11an sih, kita turun di Serpong jam 11”.

Apakah peristiwa ini benar-benar terjadi, atau hanya cerita hoax saja ?
“kan bisa ditanya tuh di stasiun Rawabuntu dan di Serpong !” Taufan menegaskan.
Apakah bisa ditelusuri kebenarannya ?
“ya, ada CL dari serpong jam 11an malam ke Rawabuntu doang masa bisa gak ketahuan ya, hehe” jawab Taufan penuh kepastian.

Apakah ada 100 orang yang terbawa ke Serpong saat itu, kenapa kejadiannya tidak viral dan diekspos media ?
“banyak banget kok yang kelewatan itu, tapi ya mungkin pada gak aktif di sosmed, hehe
itu yang saya foto2 in juga belum semua, kan ada yang sibuk tlp2, ada yang duduk2 di pinggir deket tembok”, papar Taufan mengakhiri perbincangan dengan Tim KMP@Cakruk.com.

Pelacakan Kejadian

“Pak Mega, kenapa ya kok sepertinya KCI sentimen berat dengan Rawabuntu ? Sudah ga bisa naik kereta kencana 1929, sekarang ada lagi kereta kencana malam (KA 2080) yang juga nylonong tidak mau berhenti di Rawabuntu ?”, sapa tim KMP@cakruk saat meminta konfirmasi atas kejadian ini kepada PT. KCI.
Dan Pak Mega Rusiandi, Vice Presiden Pelayanan PT. KCI menjawan “ngga juga, mohon maaf ya untuk Rawabuntu ! Kami sedang melakukan investigasi”.

Hingga saat ini PT. KCI dan PT. KAI masih melakukan investigasi atas kejadian ini. Lalu bagaimana kita bisa menelisik kejadian ini, adakah blackbox yang merekamnya, inilah kemungkinan yang bisa dilakukan :

  • Jika kita bertanya ke PPKA : PPKA jelas tidak tahu
  • Jika PPKP (Pengendali Perjalanan Kereta Api Terpusat)/Pusdal pasti tahu
  • Sistem deteksi/tracking kecepatan kereta : posisi Rawabuntu di kilometer sekian, pasti kalau kereta itu berhenti di Rawabuntu atau di KM xx pasti kecepatan 0 pasti di Pusdal ada
  • Pejabat/petinggi KCI : bisa buka dari kantornya kalau ada pasword website data GPS KRL, jamnya pun keliatan
  • Untuk spesifik : buka data loger di kabin KRL langsung

Dokumentasi foto : Taufan Irianto Siswadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *