Resmi!! Sistem Fare Adjusment Mulai Diterapkan di Seluruh Stasiun KRL Jabodetabek

Daxa.net

Mesin Fare Adjusment yang Terlihat Tersedia di Stasiun Bojong Gede | Sumber : Tim Redaktur Cakruk News – Hendro Lesmana

 

Jakarta, Cakruk News – Tepat pada minggu kedua di tahun 2018 ini, Cakruk News akhirnya kembali bisa menyapa Sobat Cakruk News semuanya. Oiya sebelumnya Tim Redaktur Cakruk News ingin bertanya dulu nih. Bagaimana Liburannya para Sobat Cakruk News yang terkhusus bagi para Pelajar yang baru masuk sekolah pada hari ini? Pasti sangat menyenangkan bukan? Nah untuk berita debut perdana kali ini, Tim Redaktur Cakruk News akan memberitakan tentang kebijakan terbaru dari PT. Kereta Commuter Indonesia (KCI) dari sistem pembelian tiket perjalanannya yakni dari peresmian Penerapan Sistem Penyelaras Tarif atau disebut dengan Fare Adjusment yang akan Tim Redaktur Cakruk News bahas beritanya diartikel ini.

Sebagai pembukanya, tepat pada hari Senin 8 Januari 2018 ini, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akhirnya secara resmi menerapkan Sistem Penyelaras Tarif atau biasa disebut dengan Fare Adjusment yang bawasanya tepat pada hari ini juga Mesin Fare Adjusment akhirnya resmi beroperasi untuk melayani para penumpang KRL Commuter Line yang mengalami kurang saldo pada saat ingin melakukan tapout atau keluar dari Stasiun KRL Jabodetabek yang ternyata tarifnya itu melebihi dari saldo mininum yang telah diterapkan sebelumnya.

 

Informasi Perihal Mesin Fare Adjusment | Sumber : Arsip PT. Kereta Commuter Indonesia (KCI)

 

Adapun menurut Direktur Utama PT. Kereta Commuter Indonesia (KCI) Bapak Muhammad Nurul Fadhila pada saat melakukan prosesi Konferensi Pers di Hotel Borobudur Jakarta pada hari Kamis 4 Januari 2018 silam yang mengatakan “Nanti pada tanggal 8 Januari 2018 ini PT. Kereta Commuter Indonesia (KCI) akan menerapkan sistem penyelaras tarif yang dimana nanti bagi para penumpang yang memiliki Kartu Harian Berjaminan ataupun Kartu Multi Trip yang mengalami kurang bayar pada saat melakukan tapout di Gate Stasiun tujuannya bisa melakukan transaksinya di Mesin Fare Adjusment ini, kalau dulu biasanya para penumpang yang memiliki Kartu Harian Berjaminan dan Kartu Multri Trip yang sering mengalami kasus penalti, mungkin semoga hadirnya Mesin Fare Adjusment ini bisa menjadi solusi yang baik untuk PT. Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang kedepan” Ujarnya.

 

Mesin Fare Adjusment Ketika Baru Datang di Stasiun Bojong Gede | Sumber : Tim Redaktur Cakruk News – Hendro Lesmana

 

Selain itu beliau juga kembali menambahkan bagaimana cara melakukan transaksi pembayaran dari kekurangan saldo di Mesin Fare Adjusment ini yang mengatakan “Bagi para penumpang Tiket Harian Berjaminan (THB) yang misalnya pertamanya ke Stasiun Depok dari Stasiun Bogor dan ternyata penumpangnya ke Stasiun Juanda, kalau dulu kan penumpangnya itu kena pinalti kan? Nah kalau sekarang penumpang hanya cukup membayar kekurangannya di Mesin Fare Adjusment, misalnya tadi ke Depok sudah bayar Rp 3.000 nah kalau udah sampai di Juanda, penumpangnya cukup bayar kekurangannya dari tarif aslinya yaitu Rp 6.000 kan? Yasudah penumpangnya cukup bayar kekurangannya yakni Rp 3.000 dan ini berlaku kelipatan tarif sesuai dengan Stasiun yang akan penumpang dituju.. kalau misalnya gak bayar kekurangannya? Yasudah penumpangnya gak bisa keluar dari Stasiun yang akan dituju” Ujarnya.

 

Petunjuk Cara Penggunaan Mesin Fare Adjusment Bagi Pengguna Kartu Harian Berjaminan | Sumber : Arsip PT. Kereta Commuter Indonesia

 

Seiring dari efek Penerapan Sistem Penyelaras Tarif ini, maka secara otomatis pula PT. Kereta Commuter Indonesia (KCI) akhirnya menurunkan saldo mininum bagi pengguna Kartu Multi Trip dan Kartu Prepaid Bank yang dari semulanya Rp 13.000 menjadi Rp 5.000 dan bagi penumpang yang menggunakan Kartu Multi Trip yang memulai perjalanannya dengan tarif Rp 5.000 dan ternyata pada saat tapout kurang bayar, penumpang hanya cukup isi kekurangan saldonya di Mesin Fare Adjusment ini sebelum keluar dari Gate out di Stasiun tujuan, dan bagi penumpang yang menggunakan Kartu Prepaid Bank sama halnya dengan pengguna Kartu Multi Trip, namun anda harus mengisi Kartu Prepaid terlebih dahulu di ATM yang tersedia di area Peron Stasiun ataupun melalui Mobile Banking Bank sebelum anda keluar dari Gate di Stasiun tujuan anda.

 

Petunjuk Cara Penggunaan Mesin Fare Adjusment Bagi Pengguna Kartu Multi Trip | Sumber : Arsip PT. Kereta Commuter Indonesia

 

PT. Kereta Commuter Indonesia (KCI) hanya baru melengkapi mesin ini sebanyak 25 Stasiun KRL Jabodetabek yang antara lain Stasiun Bojong Gede, Stasiun Citayam, Stasiun Depok, Stasiun Depok Baru, Stasiun Lenteng Agung, Stasiun Pasar Minggu, Stasiun Tebet, Stasiun Cilejit, Stasiun Daru, Stasiun Sudimara, Stasiun Serpong, Stasiun Karet, Stasiun Sudirman, Stasiun Jurangmangu, Stasiun Duri, Stasiun Bojong Indah, Stasiun Rawa Buaya, Stasiun Batu Ceper, Stasiun Tanah Tinggi, Stasiun Jatinegara, Stasiun Pasar Senen, Stasiun Tanjung Priok, Stasiun Kranji, Stasiun Klender Baru, dan Stasiun Buaran.

 

Saldo Mininum Sebelum dan Setelah Penerapan Fare Adjusment | Sumber : Arsip PT. Kereta Commuter Indonesia (KCI) & Detik.com

 

Sebagai informasi tambahannya, bagi Sobat Cakruk News yang akan Gate Out di Stasiun tujuan dengan posisi kurang saldo dan ternyata di Stasiun tersebut belum tersedia Mesin Fare Adjusment ini, anda bisa meminta bantuan kepada Pihak Passanger Service yang telah siap siaga memberikan pertolongan bantuannya kepada anda di setiap Gate di Stasiun Jabodetabek guna untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Sebagai penutupnya, akahkan penerapan ini bisa menjadi solusi yang terbaik bagi para penumpang supaya bisa beralih ke moda Transportasi KRL Commuter Line? Ataukah juga ini hanya sebagai trik supaya para penumpangnya bisa beralih menggunakan Kartu Multi Trip ataupun Kartu Prepaid Bank? Kita lihat saja kelanjutan berita ini hanya di Cakruk News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *